Menonton Film "Samin vs Semen" dan "Alkinemokiye" Karya Watchdog

Mei 02, 2015 Aldi Rahman 0 Comments




Jadi jum'at malem kemarin, ada pemutaran film "Samin vs Semen" dan "Alkinemokiye" di kampus. Temanya "Pembangunan Berkelanjutan dalam Tinjauan Antropologi Budaya, Hukum Perburuhan dan Ekologi Lingkungan" jadi seharusnya selain pemutaran film, juga diadakan diskusi mengenai film tersebut. Ini film kayaknya seru banget, setelah menjadi perdebatan.

Pemutaran filmnya digambar pukul enam sore, ternyata pas saya dateng masih sepi sekali. Saya dan teman saya, mengobrol mengenai banyak hal, nggak nyangka ternyata dia mengerti sekali mengenai politik. Saya jadi merasa seperti tidak tahu apa-apa. Jadi saya putuskan untuk ikut dia, bergabung dengan organisasi Dianns.

Ada satpam yang sedang berbicara sama panitia Dianns terkait dengan perizinan, karena film ini sebenarnya dilarang, why? Saya juga nggak tahu alasannya dan ceritanya gimana, yang jelas film ini membuat heboh karena dilarang diputar oleh pihak fakultas. Ada ketegangan yang terjadi antara mahasiswa dengan salah satu dosen yang melarang pemutaran film tersebut.

Ketika sudah menunggu agak lama, akhirnya film itu dimulai, ketika saya melihat jam tangan, ternyata butuh satu jam untuk menunggu pemutaran film tersebut.* Kemudian terlihat ada satpam yang berjaga-jaga, menambah ketegangan pemutaran film tersebut. Orang-orang mulai berdatangan duduk di karpet, untuk menonton film. Film pertama Alkinemokiye, tentang buruh di papua yang bekerja pada PT. Freeport.

Resiko pekerjaan, tidak sebanding dengan upah kerja yang diberikan. Uang pensiun pun tidak mereka dapatkan, karena mereka ditipu oleh Freeport. Buruh di Papua mogok kerja karena keuntungan Freeport yang luar biasa, tidak sebanding dengan gaji yang mereka terima. Saya jadi merasa sedih, melihat kehidupan yang ada di Papua.

Ketika jam tangan saya sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, tiba-tiba dua satpam menghentikan pemutaran film. Mereka hampir merobohkan laya proyektor. Lalu seorang keamanan, seperti polisi kalo lagi nyamar, berjalan ke belakang, dengan tampangnya yang menyeramkan. Lalu para mahasiswa berteriak, "Putar" "Putar "Putar" suasana semakin tegang.

Panitia pun hampir bentrok dengan pihak keamanan. Kalo terjadi baku pukul, kayaknya keamanan yang kalah, soalnya mahasiswa yang nonton itu jumlahnya banyak. Tiba-tiba ada seorang ibu, sepertinya seorang dosen, kemudian menjelaskan, bahwa belum ada izin terkait pemutaran film tersebut. Dekan Fakultas sendiri hanya mengizinkan pemutaran film sampai jam setengah sembilan malam.


Ibunya sedang menjelaskan

Lalu tidak boleh mengadakan acara yang belum jelas izinnya. "Gimana sih nih panitianya, belum ada izin udah main puter filmnya," kata saya dalam hati. Kalau mau diteruskan, silahkan diteruskan ditempat lain, saya mohon agar tidak melanjutkan pemutaran film di Fakultas FIA ini. Tidak etis bila pihak keamanan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, karena kalian anak-anak saya juga. Saya tahu perasaan kalian sebagai mahasiswa, pastinya semangat kalian masih berapi-api, tapi sekali lagi saya mohon untuk tetap mengikuti peraturan dari Dekan. 


banyak yang foto, termasuk saya

Acara pun selesai, karena pemutaran film dihentikan secara sepihak. Padahal lagi enak-enak, tiba-tiba dihentiin. Menurut saya, salah panitianya juga, belum ada izin yang jelas, udah main putar filmnya aja. Diskusi pun tidak ada, jadi saya langsung pulang. Saya juga kesal dengan teman saya, kayaknya dia masih nggak percaya kalo acaranya dihentikan. Terus dia katanya mau nganterin saya pulang. Bodo amat, kelamaan, mending saya langsung pulang. Mana pulangnya jalan kaki lagi, jauh, malem-malem, gelap, sendirian.

Ketika sudah dekat di tempat kosan, saya terlebih dahulu membeli sate ayam. Ternyata pintu kosan udah dikunci. Saya lalu menelpon adik saya, sekamar, saya ini kembar, dari SD sampai SMA satu sekolah, dan sampai kuliah pun juga satu Universitas, diterima lewat jalur yang sama, yaitu SBMPTN, cuma Fakultas yang berbeda, kepo ya? Cari tahu sendiri :P

Lalu dia membukakan pintu, dan kami pun makan sate bersama dikamar. Kemudian saya menceritakan bagaimana serunya pemutaran film tersebut. Dan akhirnya internetnya menyala, wi-finya dari tadi pagi mati dan akhirnya malem ini baru nyala. Saya pun mendengarkan lagu James Arthur - Impossible, sebenarnya lagu itu bukan pertama kali dia yang nyanyiin.

Cuma karena dia lebih bagus dari penyanyi aslinya, makanya lebih terkenal nama dia. Keren lagunya. Setelah lama mendengarkan lagu, saya mulai mengantuk. Ketika saya lihat jam, ternyata sudah jam sebelas malam. Biasanya saya tidur jam delapan, cuma gara-gara pemutaran film yang belum selesai, membuat saya tertidur jam sebelas. 


*Hikmahnya, kalo ada acara jangan datang terlalu cepat, karena orang Indonesia terbiasa dengan jam karet.

You Might Also Like

0 Comments: